Fashion dan Emansipasi Wanita

Fashion bukanlah sesuatu yang baru. Itu telah ada sejak catatan sejarah tertulis tersedia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang ini tentunya merupakan era dimana fashion telah menjadi universal dalam arti berada dalam jangkauan masyarakat awam.

Fashion adalah pernyataan juga ekspresi diri, terlebih lagi dalam kasus wanita yang selalu menjadi sasaran beberapa bentuk pembatasan. Sepanjang sejarah Tren Fashion Wanita Muslim Melayu mode telah menjadi simbol struktur kelas dalam masyarakat. Ternyata kajian fashion di era bawah juga akan menggiring para pelajar untuk mengungkap kondisi sosial ekonomi para wanita pada usia tertentu.

Sepanjang sejarah, pria yang memberlakukan Jual Busana Syariah Murah beberapa bentuk pembatasan pada pakaian wanita. Dalam pengertian itu, mode dibatasi. Tapi revolusi nyata dalam mode terjadi pada pergantian abad terakhir.

Di sinilah kita dapat mengatakan awal periode pembebasan bagi seorang wanita. Khususnya wanita Eropa melepaskan gaun Victoria mereka yang tebal.  Plastik Bening untuk Pengelolaan Sampah Usia melihat para wanita memamerkan pergelangan kaki dan kaki mereka yang sebelumnya selalu ditutupi dengan rok panjang yang tebal. Diikuti dengan rok sepanjang betis dan tiba-tiba kaki seorang wanita menjadi fokus.

Wanita juga mulai mengenakan blus yang membuka lengan mereka dan salah satunya menjadi saksi pijar daging wanita setelah hampir seabad pembatasan. Ini adalah periode ketika tampilan kekanak-kanakan sedang ‘populer’ dan wanita berdada membalut payudara mereka agar terlihat ramping dan kekanak-kanakan. Tubuh dan lengan yang tertutup diganti dengan kaki dan lengan telanjang. Yang lebih penting, mode menyebar ke massa dan tidak lagi menjadi pelestarian elit.

Perang Dunia I dan akibatnya menyebabkan pembebasan wanita yang sebenarnya dalam hal mode. Wanita dengan cerutu panjang dan kaki telanjang serta gaun dengan gesper besar menjadi terkenal. Kostum renang juga muncul dan wanita jauh lebih bebas.

Berakhirnya Perang Dunia Kedua menyebabkan meningkatnya kesadaran akan mode. Peralatan olahraga juga muncul dan para wanita turun ke olahraga seperti tenis, golf, dan bola basket dengan penuh semangat. Gaunnya juga berubah dan lebih banyak kulit menjadi norma. Bikini menjadi populer dan wanita memilih tampilan ‘ramping’. Jadi wanita montok dengan gaun panjang keluar dari mode. Ini juga merupakan usia ketika tampilan uniseks menjadi penting dengan jeans dan celana pendek melakukan putaran – seperti halnya pria.

 

 

Tinggalkan komentar